Karyawan PT. Sibuah Raya Mogok Kerja

Padanglawas (sumut24.net) - Sejumlah 48 orang karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Sibuah Raya, berlokasi di Desa Siali-ali, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padanglawas (Palas) menggelar aksi mogok kerja di lingkungan perusahaan, Selasa (20/02).


Aksi mogok kerja yang dilakukan puluhan karyawan perusahaan swasta itu terjadi diduga keras dipicu tindakan pihak perusahaan yang tidak melaksanakan hasil keputusan tripartit yang telah disepakati antara karyawan dengan pihak perusahaan di kantor Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Kabupaten Palas pada tanggal 15 Januari 2018 yang lalu.

"Di luar belum dilaksanakannya hasil keputusan tripartit oleh pihak perusahaan, kami menilai pihak perusahaan telah bertindak semena-mena terhadap karyawannya," kata Sekretaris KC FSPMI Palas, Uluan Pardomuan Pane didampingi pengurus dan anggota PUK SPAI FSPMI PT. Sibuah Raya Siali-ali.

 Menurut Pane, ada delapan point tuntutan yang disampaikan karyawan PT. Sibuah Raya dari aksi mogok kerja kali ini. Anggota PUK SPAI FSPMI PT. Sibuah Raya Siali-ali antara lain meminta perusahaan menerapkan aturan yang sesuai dengan perundang-undangan terkait ketenagakerjaan dan mensosialisasikannya kepada seluruh karyawannya secara terbuka.

Selain itu, Pane menambahkan, karyawan meminta perusahaan agar menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan karyawan/pekerja yang dipekerjakan oleh perusahaan sendiri. "Kami meminta perusahaan segera melaksanakan hasil kesepakatan tripartit di Disnaker Palas pada tanggal 15 januari 2018," paparnya.

 Karyawan PT. Sibuah Raya Siali-ali juga menuntut agar perusahaan segera membayarkan uang pesangon kepada karyawannya yang di-PHK secara sepihak. Perusahan harus mengakui bahwa pesangon itu hak karyawan yang sudah lama mengabdi di perusahaan.
 
"Selain itu FSPMI Palas juga meminta agar pengurus PUK SPAI FSPMI PT Sibuah Raya sebagai karyawan perusahaan tidak diintimidasi dan kebebasan berserikat pekerja/serikat buruh sebagai hak pekerja tidak dihalangi. Ingat, kebebasan berserikat pekerja/serikat buruh itu adalah hak buruh yang tidak boleh dihalangi," kata Pane serius di sela-sela aksi mogok kerja puluhan karyawan yang mendapatkan perhatian serius dari pihak Disnaker Palas, yang langsung turun ke lokasi perusahaan untuk melakukan monitoring itu.
 
Kepala Seksi Pengupahan dan Jaminan Sosial Disnaker Palas, Muhammad Idrisman Mendefa pada kesempatan itu mengatakan kehadiran mereka adalah untuk memonitoring dan memastikan kebenaran informasi adanya aksi mogok kerja yang dilakukan oleh karyawan dan ternyata ini benar adanya.
 
 "Sesuai surat pemberitahuan aksi mogok kerja yang disampaikan karyawan kepada Disnaker Palas menyatakan bahwa aksi mogok kerja ini sudah sesuai dengan ketentuan undang-undang ketenagakerjaan. Agar pihak perusahaan tetap membayar upah para pekerja yang melakukan aksi mogok hari ini," kata Muhammad Idrisman kepada wartawan.
 
 Menurutnya, untuk menindaklanjuti tuntutan para pekerja tersebut, pihaknya sudah menjadwalkan akan melaksanakan pertemuan tripartit di Kantor Disnaker Palas, pada Kamis, 22 Februari 2018 mendatang.

Asisten Kepala PT. Sibuah Raya, Syahputra saat menerima aspirasi para karyawan hari itu menyatakan, pihaknya akan menyahuti aspirasi para karyawan yang disampaikan lewat aksi mogok tersebut. "Perusahaan menyahuti aspirasi dari karyawan dan akan kita laksanakan sesuai ketentuan dan aturan perundang-undangan terkait ketenagakerjaan yang berlaku di negara kita," kata Syahputra mengakhiri.(balyan nst)
 
Last modified on Tuesday, 20 February 2018 23:07
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Saran selalu di pertimbangkan. Dilarang keras Copas Kecuali lampirkan sumber. " Informasi Akurat Dan Terpercaya " . Terimakasih

This module can not work without the AcyMailing Component

Iklan