Akibat Hak Hak Buruh Tak Dibayar , Karyawan PT CKGM Paluta Mogok Kerja

Padanglawas Utara ( sumut24.net ) - Upah kerja lembur tidak dibayar dan jam kerja yang bermasalah membuat sejumlah pekerja di perusahaan PT Cipta Karya Gemilang Mandiri (PT. CKGM) melakukan protes melalui aksi mogok kerja secara spontan di lingkungan perusahaaan, di Kecamatan Simangambat, Paluta, Kamis (24/5/2018). 

 
Keterangan diterima dari Pengurus Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPL FSPMI) PT. CKGM, Ahmad Rajin Harahap dan Saddam, mengatakan, mereka melakukan protes untuk memperjuangkan hak-hak normatifnya. 
 
"Aksi protes melalui mogok kerja ini guna menuntut manajemen perusahaan untuk berpihak kepada pekerja. Ini perusahaaan kami nilai sudah melanggar kesepakatan yang telah dibuat, yakni memberikan upah lembur bagi pekerja di atas 25 delivery order (DO)," kata para pekerja di sela-sela aksi mogoknya.
 
Kesepakatan pekerja dengan pihak perusahaan pada bulan February 2018 yang lalu adalah jam kerja karyawan pengisian tabung gas LPG tiga kilogram di PT CKGM sebanyak 25 DO. Bila lebih dari 25 DO, maka mendapatkan upah lembur.
 
Namun, sampai kini perhitungan upah lembur yang diberikan pihak perusahaan kepada pekerja terkesan semaunya perusahaan dan sepihak tanpa ada acuan upah yang disepakati keduabelah pihak.
 
"Kami pernah bekerja lembur hingga 29 DO, tapi upah lemburnya hanya sebesar Rp 35.000 per orang. Begitu juga, Ketika kami bekerja sebanyak 27 DO, kami belum mendapatkan upah lemburnya hingga sekarang," tegas para pekerja yang mogok.
 
Sehubungan dengan hal itu, melalui aksi mogok sebagai bentuk protes hari ini, para pekerja di perusahaan SPPBE Pertamina ini menuntut agar pihak perusahaan dapat memberikan jam kerja sesuai ketentuan undang-undang yang mengatur ketenagakerjaan. 
 
"Kami juga menuntut perusahaaan tidak mempekerjakan kami di dua jenis pekerjaan yang berbeda-beda atau double job, karena ini juga melanggar UU ketenagakerjaan," tambah pekerja mendesak.
 
Kepala UPT Wasnaker Wilayah IV, Iskandar Zulkarnain saat dihubungi wartawan menyatakan, pihaknya memang sedang melakukan fungsi pengawasan terhadap manajemen perusahaan PT CKGM, terkait hubungan industrial dengan pekerjanya. 
 
"Nanti saya coba komfirmasi ke pihak manajemen. Memang, sebelumnya, Staf kami dari UPT Wasnaker Wilayah IV sudah melakukan pengawasan ke perusahaaan PT CKGM, berdasarkan pengaduan dari pekerja," kata Iskandar prihatin.
 
Manajer PT CKGM, July Chan, sampai berita ini diturunkan belum bisa dihubungi wartawan. Namun, berdasarkan catatan wartawan, manajer tersebut turut serta menandatangani kesepakatan bersama dengan pekerja terkait jam kerja sebanyak 25 DO sebanyak tujuh orang per tim yang dibuat pada Februari 2018 yang lalu. (Bkn).
Last modified on Friday, 25 May 2018 01:54
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Saran selalu di pertimbangkan. Dilarang keras Copas Kecuali lampirkan sumber. " Informasi Akurat Dan Terpercaya " . Terimakasih

This module can not work without the AcyMailing Component

Iklan