PALAS ( sumut24.net ) - Keluarga seharusnya tempat yang aman bagi anak kita dan bukan malah sebaliknya ,Naas yang dirasakan NR (9) warga Palas yang kehormatanya di renggut oleh ayah kandungnya sendiri sehingga membuat duka bagi keluarga besar mereka dan pastinya menghancurkan kegembiraan dan masa depan putri kandungnya sendiri ,Orang tua bernafsu binatang warga Palas berinsial PD (28) yang tidak dapat mengontrol dirinya yang seharusnya sebagai pelindung untuk anak dan keluarganya tapi malah sebaliknya,kejadian terjadi pada sabtu (26/05) sekira pukul 03:30 Wib di kediaman mereka.

Pengakuan RS (31) Ibu Korban atau istri dari tersangka PD (28) Pada Hari Sabtu Tanggal 26  Mei di rumah saya di Desa Padang Garugur Jae ke Aek Nabara Barumun Kabupaten Palas sekitar jam 03.30 Dini Hari saya terbangun Karena Melihat suami Saya (PARLIN DAULAY) berada dalam Kamar Putri  saya NR (9) hal yang tidak biasa membakar obat nyamuk pada waktu dini hari dan ketika itu saya heran dan curiga dan saya lansung kekamar putri saya dan waktu itu juga saya lihat putri saya tidur disamping ayahnya " CELANA DALAM PUTRI SAYA TURUN SAMPAI KE LUTUT " dan saya lansung menanyakan ke Putri Saya " kenapa celananya  bisa turun ? dan dijawab Putri Saya  " Tidak apa apa mak " saya makin curiga karena putri saya menjawab seperti ketakutan dan saya bertanya lagi kepada Putri saya " Kenapa celananya turun !? dan disaat itu dijawab suami saya yang masih dalam kamar Putri saya " BARU BUANG AIR KECIL DIA! Dan Suami saya membilang ke anak saya " KAU PAKE CELANA MU NAK! " Karena putri saya terdiam maka saya yang mendekati putri Saya untuk memakaikan celana dalamnya kembali dan disaat saya mengangkat celana dalam anak saya, " SAYA MELIHAT PERCIKAN DARAH DICELANA DALAM ANAK SAYA DAN DI BAHAGIAN PAHA SEBELAH DALAM " waktu itu saya sudah yakin putri saya sudah diperkosa ayahnya dan saya berdirikan putri saya dan saya papah ke kamar mandi dan saya bersih darah di paha bahagian dalamnya, kemudian saya menyuruh putri saya tidur dan saya pura pura tidur disamping suami saya karena saya sudah yakin anak saya di perkosa ayahnya sekitar jam 06.00 Wib pagi disaat suami saya tertidur diam diam saya meninggalkan rumah membawa putri saya dan membawa 2 (dua) orang adiknya menuju rumah adik saya MATUA LUBIS dan mencerita kejadian itu semua dengan bantuan adik saya,saya berangkat untuk mengecek keadaan anak saya ke bidan desa TETI IDAWATI PASARIBU dan atas saran bidan Desa agar segera melapor Kepolisi dan setelah saya laporkan ke kepala desa saya langsung menuju kantor Polisi Polsek Barteng dan oleh Polisi Langsung membawa saya dan anak saya Ke Rumah Sakit Umum Gunung Tua di Aek Haruaya Gunung Tua Kababupaten Paluta guna visum dan lainya.

Berdasarkan laporan Polisi : LP/32/V/2017/SU/TAPSEL/-TPS BARTENG, tgl 26-05-2018 tersangka MELANGGAR PASAL : Pasal 81ayat (1) dan ayat (2) UURI NO 35 TAHUN 2014 TTG PERUBAHAN ATAS UU NO 23 THN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK.

Usai memeriksa saksi saksi dengan sigap jajaran Polsek Barteng menciduk tersangka pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang tidak lain adalah ayah kandung korban di kediamanya tepatnya di Desa Padang Garugur Kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Palas beserta di amankan BARANG BUKTI :
1. Satu potong celana dalam warna hijau milik korban.berlumuran darah.
2. Satu potong calan tidur warna cream milik korban berlumuran darah.
3. Satu Potong baju tidur milik korban warna putih garis garis Hitam.

Tersangka dan barang bukti langsung di boyong ke Polsek Barteng guna proses lebih lanjut dan agar tersangka mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Aktivis anak Bapak Syahmuliyadi Harahap yang juga Pemred Media sumut24.net ini dengan tegas mengatakan " Tegakkan hukum dengan seadil adilnya dan kalau di rumah sendiri saja anak sudah tidak terjamin keselematan dan kenyamananya lagi lantas mereka mau kemana ?anak yang seharusnza mendapatkan perlindungan dan kasih sayang malah menjadi korban nafsu syetan ayah biadab tersebut dan jika oknum seperti ini tidak mendaptkan hukum setimpal atau sesuai dengan UU Perlindungan anak maka kita takutkan akan ada korban berikutnya atau sebelum ini sudah korban dari tersangka tersebut dan inilah predator anak tersebut yang harus di waspadai dan antisipasi oleh seluruh lapisan masyarakat namun harapan kita selain ini tidak ada korban lainya dan kepada aparat penegak hukum berilah hukuman yang setimpal terhadap pelaku ini agar bisa menyadarakan beliau kelak " tegasnya.(red)

Last modified on Sunday, 27 May 2018 17:20
Rate this item
(17 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Saran selalu di pertimbangkan. Dilarang keras Copas Kecuali lampirkan sumber. " Informasi Akurat Dan Terpercaya " . Terimakasih

This module can not work without the AcyMailing Component

Iklan