Dunia Pendidikan Labura Kembali Ternodai Dengan Aksi Main Pukul Oknum Guru SMAN-1 Kualuh Hulu

LABURA ( sumut24.net ) - Terulang kembali Dunia Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) kembali tercoreng dengan Aksi main Pukul salah seorang oknum Guru SMA Negeri 1 Kualuh Hulu, saat menghukum siswa yang terlambat masuk Sekolah.
 
Kejadian ini membuat Orang Tua dan seorang Murid terpaksa harus melangkah membuat Pengaduan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Labura, Selasa 16/04.
 
Sebelumnya, sesuai keterangan dari BOD (15) Siswa Kelas 11 IPA SMA Negeri 1 Kualuh Hulu didampingi Orang Tuanya B Hasibuan, Senin 15 / 04 Pukul 7.30 WIB kepada Wartawan mengatakan, dirinya terlambat masuk Sekolah. Dan saat itu Bu Galung memarahi BOD dan langsung menampar.
 
Selanjutnya, Bu Galung menyuruh BOD untuk mengutip sampah yang berserakan, sehabis itu disuruh lagi mengutip sampah ditempat lain, BOD pun mengeluh dan mengatakan, "Bu Orang itu pun suruh juga lah jangan aku saja", sebut BOD dengan menghunjuk Murid lainnya yang juga terlambat.
 
Respon Bu Galung langsung emosi dengan mengatakan, "Ayah mu atur, jangan Aku atur !!" teriak Bu Galung sambil menampar pada bagian Pipi dan memukul Perut BOD secara membabi buta, jelas BOD kepada Awak Media menirukan ucapan Bu Galung.
 
"Bahkan Handphone Bu Galung jenis Android sampai terjatuh saat menampar Pipi dan Perut Ku", terang BOD. ''Saat Bu Galung di konfirmasi melalui Nomor Selulernya, Bu galung mengatakan, dia sedang di Central Food. ''Dan saat Awak Media  menyambangi tempat yang dimaksud, Bu Galung mengatakan, agar di Sekolah saja dikonfirmasi.
 
Karena kejadiannya di Sekolah, jadi di Sekolahlah nanti dikonfirmasi , kata Bu Galung. ''Selanjutnya Bu Galung Diam dan tidak memberi jawaban, atas pertanyaan Wartawan tentang kronologi kejadian. ''Saat Awak Media  bertanya "Apa kekerasan atau pemukulan terhadap anak dibenarkan bu ? Bu Galung menjawab tidak Pak dan kembali bungkam.
 
Ketua KPAID Kabupaten Labura Ahmad Ardiansyah Harahap SH saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa ada seorang Anak Murid didampingi Orang Tuanya membuat Laporan ke Kantor KPAID, Selasa 16 / 04. 
 
Namun, Ahmad belum mau berkomentar banyak, hanya mengatakan bahwa pihaknya hanya memperjuangkan Hak Anak. ''Saat dikonfirmasi sumut24.net , B Hasibuan Orang Tua BOD terlihat sangat kesal dan berencana akan membawa hal ini keranah Hukum. ''Karena besok Pemilihan Umum, jadi Saya tunda. ''ucapnya.
 
B. Hasibuan selaku Orang Tua Murid menyayangkan adanya Aksi Kekerasan  tersebut , karena Sekolah itu adalah Lembaga Pendidikan. (adi)
Last modified on Wednesday, 17 April 2019 01:32
Rate this item
(6 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Saran selalu di pertimbangkan. Dilarang keras Copas Kecuali lampirkan sumber. " Informasi Akurat Dan Terpercaya " . Terimakasih

This module can not work without the AcyMailing Component

Iklan