DUA MAHASISWI UNIVERSITAS LABUHAN BATU ( ULB ) SEMPAT TERKURUNG DI AREAL PT LBI

Palang "sakral" PT. LBI, Polisi wajib izin

Labura ( sumut24.net ) - Sudah bertahun tahun PT. Labuhanbatu Indah beroperasi di desa hatapang kecamatan NA IX-X kabupaten labuhanbatu Utara.

Bahkan pada tanggal 28 Desember 2019 terjadi banjir Bandang dilokasi tersebut, desakan warga untuk meminta kepada pemerintah menutup izin PT.LBI terus berdatangan. Bahkan unjuk rasa dilakukan sekelompok mahasiswa dan masyarakat mengatasnamakan Aliansi peduli hutan hatapang (AMPHT) berlangsung di kota Rantauprapat pada hari Jumat 10 Januari 2019.

"Memang dipalang untuk memasuki kawasan PT. LBI itu cukup sakral, dari distop sampai aksi kekerasan pernah terjadi "ucap Hasanuddsin Hasibuan kepada wartawan sumut24.net. Beliau menambahkan teman saya pernah bentrok disana, bahkan sampai dikatain mau dibunuh.

Jadi org adik jgn pala heran, org luar memang payah mau naik ke atas semenjak 6 tahun yg lalu.kami saja yg org sini payah mau naik ke atas semenjak ada PT LBi

Padahal jln itu ada dari dulu nya sudah ada, Jadi bingung kami apa jln itu sudah d beli sama PT. Kok bisa d palang2 bgt, ucap warga kepada AMPHT.

Mendengar keterangan warga , AMPHT langsung cek kelokasi izin PT. LBI di desa Hatapang, saat bertemu dengan warga Hatapang saudara Buyung Munthe mengatakan ada pekerja PT.LBI yang beraktifitas di kawasan tersebut.

Aliansi Peduli Hutan Hatapang (AMPHT) mecoba untuk memastikan keterangan itu. Ternyata ada palang pintu bertuliskan "PT.LBI dilarang masuk pasal 551 KUHP" sehingga AMPHT mendatangi org yang ada disitu, ternyata benar bahwa tempat tersebut dijaga oleh Atina br Rambe, Udin Munthe dan Leman Munthe. Dan mereka tidak mengizinkan AMPHT kelokasi tersebut, Disaat itu tiba2 datang pihak Polsek NA IX-X, bernama Baut. Ntah dari mana personil polisi itu tau ada perdebatan dipalang pintu PT. LBI tersebut.

Atina br Rambe yang merupakan penjaga palang tersebut mengatakan "kalian tak bisa masuk, polisi saja kalau masuk harus ada izin" saat d tanya, sama siapa d minta ijin nya, salah satu penjaga nya bilang y sama pk H Taupik lubis lah, kerena dia BOS nya d sini kami d sini ikut aturan kerja saja.

Baut oknum dari Mapolsek NA IX-X menyarankan kepada AMPHT, agar membuat Permohonan Tertulis saja, y nama nya juga kita mau masuk kawasan org y kan.

Dan ketika wartawan sumut24, mengajak oknum untuk masuk wilayah tersebut agar dapat ijin, ternyata jawab nya, kami juga gk ada hak kami d sini, tugas kami kalau ada keributan baru kami turun tangan,

Akhir nya AMPHT, dan kawan2 memutus kan untuk pulang dgn sejuta kekecewaan?( GOFU )

Last modified on Monday, 13 January 2020 19:22
Rate this item
(1 Vote)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Saran selalu di pertimbangkan. Dilarang keras Copas Kecuali lampirkan sumber. " Informasi Akurat Dan Terpercaya " . Terimakasih

This module can not work without the AcyMailing Component

Iklan