Hancurnya Hutan Di Labura Penyebab 5 Warga Meninggal Dunia Dan Kerusakan Dimana-Mana

Labura ( sumut24.net ) - Banjir Bandang yang terjadi pada tanggal 28 Desember 2019 mengakibatkan 122 Rumah Rusak dan 5 warga hilang (diduga meningggal), Pada Tanggal 1 Desember 2019 3 (tiga) orang telah ditemukan meninggal, dan 2 (dua) lagi belum ditemukan. 3 Orang korban meninggal dunia (Cahaya Nasution, Reni Cahaya Sipahutar 7-Tahun, dan Amirullah 5 tahun.
 
Saat ini hutan Hatapang sudah rusak parah, hampir 50 titik dari pantauan awak media telah longsor di lokasi izin PT. LBI ( Labuhanbatu Indah) didesa Hatapang, dan puluhan titik longsor di desa Pematang. Apabila kegiatan penebangan kayu terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan, akan terjadi banjir bandang yang lebih besar.
 
Fungsi hutan pada dasarnya berfungsi sebagai Hidrologis yaitu menyimpan cadangan air, dan fungsi orologis yaitu sebagai penahan longsor dan menekan laju air yang turun.
 
Saat ini hutan di desa Hatapang maupun didesa Pematang Kabupaten Labuhanbatu Utara sudah rusak, sehingga fungsi Hidrologos dan Orologis tidak bekerja maksimal, sehingga apabila terjadi curah hujan yang tinggi, maka dipastikan akan terjadi banjir, bahkan banjir bandang.
 
Saat dikonfirmasi awak media, Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Hatapang (AMPHT) saudara Nasir Wadiansan harahap,SH mengatakan "lebih penting nyawa manusia dari pada izin PT. LBI yang dikeluarkan pemkab, dan didalam hutan tersebut masih banyak hewan endemik sumatera yang dilindungi, sudah 5 orang yang meninggal, negara ini harus aktif melindungi segenap warganya".( liputan:Gofu)
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Saran selalu di pertimbangkan. Dilarang keras Copas Kecuali lampirkan sumber. " Informasi Akurat Dan Terpercaya " . Terimakasih

This module can not work without the AcyMailing Component

Iklan