BANGUNAN HOTEL BERBINTANG MILIK DL SITORUS "AHLI WARIS" INI TANAH SAYA!

sumut24.net.PALUTA -  Adanya pembangunan hotel berbintang milik DL Sitorus di Tor Siboru Tompul, Paranginan, Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Prov Sumut,   ahli waris menekankan: “tanah ini saya punya”.
 
Ahli Waris tersebut yakni Hj Hafsotul Mardiah Harahap, kini tinggal di Kampung Banjir, Lingkungan 7, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak menegaskan bahwa tanah seluas tiga hektar yang berada di lokasi pembangunan hotel itu merupakan miliknya sah secara hukum.
 
Dasar legalitas hal itu juga terbukti dengan adanya kekuatan hukum berupa putusan Mahkamah Agung (MA) yang dimenangkannya pada tahun 2007 lalu dengan  nomor 116 K/ AG/ 2007, tertanggal 18 Juli 2007.
 
“Tanah seluas tiga hektar yang dijadikan untuk lokasi pembangunan hotel berbintang milik DL Sitorus benar adalah milik saya, hal itu sesuai dengan keputusan MA,” kata ahli waris Hj Hafsotul Mardiah Harahap di kediamannya di Kampung Banjir, Lingkungan 7, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Senin (20/6).
 
Diterangkan Hafsotul, lahan seluas tiga hektare yang dikuasi DL Sitorus merupakan lahan miliknya yang merupakan tanah waris dari suaminya Almarhum H Sutor Siregar, bukan seperti yang DL Sitorus beli dari si pembeli yakni H Paisal Siregar seluas tujuh hektar.
Padahal luas lahan milik H Paisal Siregar hanya empat hektar sedangkan yang tiga hektar lagi merupakan miliknya yang merupakan warisan keluarga.
 
“Seharusnya lahan milik DL Sitorus hanya seluas empat hektar yang dibelinya dari H Paisal Siregar, bukan tujuh hektar sebab H Paisal Siregar ikut menjual lahan saya seluas 3 hektar kepada DL Sitorus. Itu dibuktikan setelah dilakukan pengukuran kembali bersama pihak BPN dan disaksikan Asisten I Pemkab Paluta dan Camat Padang Bolak,” ungkapnya.
 
Bukti akurat terkait luas lahan H Paisal Siregar yang sesungguhnya juga tertera di surat pernyataan Kepala Desa Purba Sinomba dengan nomor: 25/18/2015. Di surat pernyataan ini disebutkan bahwa sertifikat hak milik nomor 32 dan sertifikat hak milik dengan nomor: 33 sehingga luas lahan milik H Paisal Siregar hanya seluas empat hektar dan bukan tujuh hektar seperti yang di jualnya kepada DL Sitorus.
 
Sementara salah satu  kerabat Ahmad Sayuti Siregar meminta DL Sitorus untuk menyelesaikan pertikaian secara damai dan bijaksana.
Jika tidak ada itikad baik dari semua pihak terkait tuntutan atau permintaan tersebut pihaknya berjanji akan membawa massa yang lebih besar untuk menduduki lahan tersebut.
 
“Segala bentuk (jual beli) yang timbul diatas tanah tersebut cacat hukum dan tidak sah, untuk itu kami meminta DL Sitorus untuk menyikapi persoalan ini secepatnya,” tegas Sayuti.
 
Sebelumnya, H Paisal Siregar si penjual lahan kepada DL Sitorus kepada wartawan mengatakan, lahan miliknya yang ia jual kepada DL Sitorus dia mengaku bahwa benar seluas tujuh hektar. Hal itu berdasarkan surat kepala desa Purba Sinomba.
 
H Paisal juga sempat mengeluarkan surat tanah miliknya kepada wartawan yang menjelaskan, bahwa lahan miliknya yang dijual ke DL Sitorus seluas 7 hektar.
 
Pantauan hingga saat dilansirnya pemberitaan ini, di lokasi pembangunan hotel berbintang milik DL Sitorus itu kini, luas lahan seluas tiga hektar milik ahli waris Hj Hafsotul Mardiah Harahap  telah berdiri bangunan dan telah di pagari dengan dinding tembok setinggi hampir dua meter.
 
 
 

LIPUTAN : Pauzan S Siregar
Rate this item
(1 Vote)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Saran selalu di pertimbangkan. Dilarang keras Copas Kecuali lampirkan sumber. " Informasi Akurat Dan Terpercaya " . Terimakasih

This module can not work without the AcyMailing Component

Iklan