Items filtered by date: January 2019
Rokan Hilir ( sumut24.net ) - Korban penganiayaan sdr Juhar saat mendapatkan perawatan dan tangan kanannya putus akibat ditebas senjata tajam.
 
Terkait koronologis Ketika sumut24.net kompirmasi dengan Kapolsek Batu Hampar Iptu S Sijabat Sh Membenarkan tentang Nasib naas menimpa seorang nelayan Juhar (49) warga Jalan Parit Dewa RT 02/RW 01 Kelurahan, Bantayan Hilir Kecamatan Batu Hampar, Rokan Hilir, Riau. Ia terkapar tak berdaya setelah ditebas benda tajam oleh tetangganya sendiri, Rusli (40) warga Parit Dewa, RT 01/RW 01,Kelurahan Bantayan Hilir.
 
Lanjut Atas kejadian tersebut  korban harus kehilangan tangan kanannya serta luka serius dibagian kanan sebelah kiri. "Ia benar, ada penganiayaan berat yang membuat tangan korban putus dan Jajaran Personil Mapolsek Batu Hampar di pimpin langsung Kapolsek Iptu S Sijabat  Sh bertindak cepat hanya beberapa menit langsung kita menangkap pelaku yang tak lain tetangga korban yang masih ada hubungan keluarga," papar Kapolsek Batu Hampar Iptu S Sijabat SH Kamis (31/1/2019).
 
Menurut dugaan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara bahwa pelaku melakukan penganiayaan tersebut seorang diri dengan menggunakan sebilah parang, adapun alasan pelaku melakukan penganiayaan tersebut dikarenakan unsur sakit hati (dendam) terkait persaingan usaha Nelayan yang beberapa Tahun belakangan ini merosotnya perekonomian pelaku diakibatkan oleh korban.
 
Sementara itu kejadian bermula Pada hari Rabu,  30 Januari 2019 sekira pukul 22.05 wib pelapor  Amat Naha (saudara kandung korban) sedang berada di rumahnya dan tidak berapa lama kemudian pelapor dijemput oleh salah seorang keluarganya dan mengatakan bahwa korban kena bacok dan sudah di antar ke Puskesmas.
 
Mendengar kabar itu lalu pelapor langsung menuju Puskesmas, sesampainya di Puskesmas pelapor melihat korban sudah dalam keadaan luka-luka, dimana pada saat itu pelapor melihat pergelangan tangan kanan korban dalam keadaan putus dan tangan kiri korban juga luka bacok.
 
"Selanjutnya pelapor menanyakan siapa yang melakukan penganiayaan tersebut dan korban menerangkan bahwa pelakunya adalah  Rusli alias dengan menggunakan sebilah parang," paparnya Kapolsek.
 
Selanjutnya pelapor pergi ke TKP dan melihat potongan tangan korban masih berada di atas tanah sekitar lokasi di Jalan Lintas Bagansiapiapi, Parit Datuk Dewa lalu pelapor  memungutnya. Tidak ingin membuang waktu pelapor langsung mendatangi Mapolsek Batu Hampar melaporkan kejadian yang menmpa abangnya, dan personil langsung turun ke TKP serta mendatangi korban ke Puskesmas. Mengingat kondisi korban yang sangat parah sehingga Puskesmas Batu Hampar merujuk korban ke RSUD dr Pratomo di Bagansiapiapi guna pengobatan intensif, selanjutnya personil Polsek Batu Hampar bersama warga langsung membawa korban ke RSUD dr. Pratomo guna perawatan intensif.
 
Berdasarkan hasil Penyelidikan dilapangan yang dipimpin oleh Kapolsek Batu Hampar Iptu S Sijabat Sh memperoleh informasi tentang Identitas pelaku, dan diketahui bahwa keberadaan pelaku sedang berada di salah satu rumah warga dan ingin menyerahkan diri ke Polsek Batu Hampar karena personil sedang memburu pelaku. Selanjutnya personil Polsek Batu Hampar bersama masyarakat berhasil menangkap dan mengamankan pelaku.
 
Terkait korban Hingga saat ini masih terbaring lemas di rumah sakit Bagansiapiapi untuk dirawat secara intensif dan untuk pelaku sudah kita  tangkap dan diamankan di Mapolsek Batu Hampar beserta barang bukti berupa sebilah parang untuk peroses lebih lanjut"Kita bertindak cepat sehingga pelaku todak bisa kaburan keluar dari Batu Hampar ini," tandas Kapolsek   meng akhiri. (M Harahap)
 
Published in Riau
Rohil ( sumut24.net ) - Terdakwa TP Ritonga (35), warga Simpang Jengkol Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Rokan Hilir atas kasus pembunuhan seorang buruh harian Lepas (BHL) penyadap pohon karet korbannya bernama Mariyani (30). Rabu 30 Januari 2019 sekira pukul 15.04.00 wib.
 
Sidang yang dipimpin Majelis Hakim M Hanafi Insya SH MH  didampingi 2 anggota hakim Lukman Nul Hakim SH MH dan Boy Jefri Paulus Sembiring SH serta Panitera Pengganti Novi Julianti SH diruang sidang candra.
 
Selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) diwakili David Riadi SH, Terkait saat membacakan Surat Dakwaan dihadapan terdakwa dan majelis hakim.
 
Terkait Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) David Riadi SH membacakan bahwa koronologis kejadian pembunuhan terjadi di tengah kebun kelapa sawit milik masyarakat pada 6 Oktober 2018 sekira pukul14.00 wib bertempat di dusun simpang jengkol desa kasang bangsawan kecamatan pujud kabupaten rokan hilir dengan sengaja dan dengan direncanakan terlebih dahulu merampas nyawa orang lain dengan cara.
 
Bahwa hari jum’at 5 Oktober 2018 sekira pukul 21.00 wib terdakwa menelpon korban mariyani mengatakan hallo dek .bisa abang pinjam uangmu tiga ratus ribu. ''Jawab korban ku usahakan ya bang, untuk apa bang lalu terdakwa mengatakan mau ngurus akte anak saya. dijawab oleh korban o ya bang hari sabtu aku kesana sekalian ambil uang getah kemudian dijawab oleh terdakwa jadi bisa ketemuan lagi ya dek. Lalu korban mengatakan bisa bang. Tapi bentar. ''Dijawab oleh terdakwa nanti kabarin ya dek,selanjutnya hari sabtu 6 oktober 2018 sekira pukul 13.00 wib 
 
saat korban akan berangkat menuju lokasi pertemuan korban mengirimkan pesan singkat kepada terdakwa dengan mengatakan ini aku udah mau berangkat bang.  Dan dibalas oleh terdakwa ya udah kita jumpanya ntar dikaplingan saja. Tepatnya ditepi jalan baru desa kasang bangsawan kecamatan pujud .sekira pukul 14.00 wib korban datang dilokasi tersebut dengan mengendarai sepeda motor merk honda supra x 125 warna hitam.
 
Kemudian terdakwa mengajak korban untuk berhubungan badan dengan mengatakan dek ayo main. Setelah itu terdakwa berkata kepada korban usahakan uang itu. Aku butuh betul nih. Lalu korban menjawab belum ada. Mendengar jawaban korban terdakwa  langsung emosi dan berkata dengan nada keras kepada korban abang butuh kali kalau gak butuh gak akan abang pinjam Lalu korban menjawab namanya belum ada bang.
 
Karena jawaban korban belum memuaskan emosi terdakwa semakin  memuncak kemudian terdakwa mengambil kayu bulat sepanjang 80 cm lalu dipukulkan ke terdakwa kelengan kiri sebanyak satu kali bahwa setelah korban berhenti menangis terdakwa mengajak korban makan bakso dengan menggunakan sepeda motor milik korban. ''Namun saat sampai disimpang tiga jalan potongan  terdakwa Menghentikan sepeda motor korban dan mengajak korban untuk turun.
 
Selanjutnya korban dan terdakwa berjalan kedalam kebun kelapa sawit lalu terdakwa berkata kepada korban usahakan lah uangnya. Aku mau nikah sama soimah anak jambi.
 
Kemudian korban dengan nada emosi berkata kau bilang kau sayang sama aku, kau bilang cinta aku, Gak ada otak kau. Mendengar makian dari korban terdakwa emosi lalu mengambil kayu bulat diameter 5 cm disamping pohon sawit kemudian dipukulkan kerusuk korban sebelah kanan sebanyak satu kali, dan memukul leher bagian belakang tiga kali sampai korban tersungkur ketanah dengan posisi telungkup dan tidak bergerak lagi
 
Kemudian terdakwa menarik kaki korban  dan menyeretnya sejauh empat puluh meter kedalam areal perkebunan sawit. Pada saat diseret oleh terdakwa celana korban sempat dibuka setelah kondisi korban lemah terdakwa kembali memukulkan kayu kepunggung sebanyak satu kali dan melilitkan celana dalam keleher untuk tujuan mencekik korban.
 
Setelah memastikan korban tidak bernyawa lagi terdakwa lalu menutupi tubuh korban dengan sampah pakis bekas babatan sampai tubuh tertutup semuanya.
 
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur  dan diancam pidana dalam pasal 340 KUHP jo Pasal 339 KUHPidana jo Pasal 338 KUHPidana.
 
Di luar persidangan saat awak media komfirmasi kepada marija selaku orang tua korban dan supomo selaku abang kandung korban mengatakan terhadap terdakwa kami minta di hukum mati. Dan di setiap persidangan kami tetap akan pantau supaya ada keadilan hukum terhadap pembunuh anak saya. Ujar marija orangtua korban sambil mengeluarkan air matanya. (M Harahap)
 
Published in Riau
Rohil ( sumut24.net ) - Pada agenda sidang kali Ini Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Rohil, pada Selasa (29/1/2019) sekira pukul 20.30 Wib, kembali menggelar sidang terhadap terdakwa Tong alias Atong (48) yang diduga pelaku perusak hutan di Rohil.  
 
Warga keturunan Tionghoa. (china) tersebut merupakan pengusaha Dok Kapal dengan mengunakan bahan baku nya Kayu olahan dari hasil hutan yang tanpa izin.
 
Terdakwa merupakan warga Kecamatan Bangko kabupaten Rohil - Riau, yang tertangkap pada Rabu 31 Oktober 2018 yang lalu oleh Polda Riau. Atong diduga telah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengangkut, menguasai atau memiliki hasil hutan jenis kayu yang tidak dilengkapi dokumen surat sah dari hutan.
 
Terkait Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan tanggapan dari JPU atas esepsi ( pembelaan ) dari Pehasehat Hukum ( PH ) itu dipimpin oleh Hakim Ketua, M Faisal SH MH didampingi dua hakim anggota M Hanafi Insya SH MH dan Boy Jefri Paulus Sembiring SH , dibantu Panitera Pengganti ( PP ) Harmijaya SH, dan bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU), Maruli Tua Sitanggang SH.
 
Sementara terdakwa Tong alias Atong dihadirkan di persidangan menggunakan baju rompi warna merah bertuliskan Tahanan Kajari Rohil, didampingi Penasehat Hukum ( PH ) dari Posbakum Rohil, Daniel Pratama SH.
 
Informasi dihimpun di PN Rohil, dalam sidang agenda tanggapan atas pembelaan itu, bahwa JPU tetap pada dakwaan, sementara PH tetap pada pembelaan. Atas sikap dari JPU dan PH itu, majlis hakim menunda sidang dua minggu kedepan, dengan agenda putusan sela.
 
Perlu diketahui, dalam dakwaan pada sidang sebelumnya, JPU menilai jika terdakwa Tong alias Atong diduga telah melanggar Pasal 83 Ayat 1 huruf b jo Pasal 12 Huruf e UU Nomor 18 Tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. ''Atas dakwaan tersebut, terdakwa terancam 6 tahun Penjara. (M Harahap)
Published in Riau
Rohil ( sumut24.net ) - Sidang lanjutan masalah penipuan dan penggelapan penjualan lahan kembali di gelar Senin di Pengadilan Negeri (PN) Rohil Antan (35) alias Antan Ustad mantan Penghulu  Air Hitam warga Rt 002 / RW 002 Kepenghuluan Air Hitam Kecamatan Pujud Kabupaten Rohil-Riau, yang didakwa melakukan penipuan dan penggelapan penjualan lahan kepada Sri Wirda.
 
Dalam dakwaan JPU perbuatan terdakwa ini dijerat dengan pasal  378 KUHPidana tentang Penipuan dengan ancaman pidana penjara 4 tahun.
 
Terkait Sidang  diketuai oleh M Faisal SH MH dengan dua anggotanya M. Hanafi Insya SH MH dan Lukman Nulhakim SH MH dengan Jaksa Penuntut Umum David Riadi SH menghadirkan saksi Mugiono selaku suami dari Sri Wirda, sedangkan terdakwa didampingi dua orang kuasa hukumya Ahmad Yusuf SH dan Mhd. Iqbal SH. 
 
Pantauan awak media dalam sidang, Ketua majelis hakim 
M Faisal SH MH sebelum mendengar keterangan saksi Mugiono,  sempat meminta kepada JPU untuk membacakan berkas Berita Acara Pemeriksan ( BAP) saksi Mugiono di kepolisian, selanjutnya menanyakan saksi Mugiono, apakah keterangan yang ada dalam berkas BAP itu benar atau ada yang salah.. " itu benar pak " jawab Mugiono. 
 
Dalam sidang, saksi Mugiono menjelaskan benar ada istrinya membeli sebidang tanah seluas empat hektare dari terdakwa Antan alias Antan Ustad melalui Zaiful yang rencananya untuk dijadikan perkebunan."
 
Terkait Pembayaran lahan itu dengan perjanjian cicilan.. ada yang sistim tunai dan ada melalui transfer pak Hakim " " ujar Mugiono. 
 
Saksi Mugiono juga menjelaskan ,"saya ingat pertama saya bayar tunai 10 juta dan melalui tranfer 13 juta rupiah.selanjutnya melalui tunai pak hingga total kerugian mencapai 56 juta rupiah " terangnya 
 
Mugiono menceritakan sejak tanah itu kami beli kami tidak bisa kuasai pak.. Karena tanah itu milik orang lain atas nama Ranto Siregar " terangnya. 
 
Hal yang menarik dalam sidang,  saat JPU menanyakan surat SKGR sebagai legalitas surat tanah yang diterbitkan terdakwa sebanyak lima lembar yang dibuat  pada tahun 2016. sedangkan transaksi pembelian tanah pada tahun 2017 .padahal saat tahun itu terdakwa belum menjabat sebagai pejabat Penghulu Air Hitam. 
 
Mugiono menjelaskan hal itu saya pernah tanya langsung sama terdakwa pak... Saat itu terdakwa menjawab"  itu tidak masalah, karena menghemat biaya " jelas Mugiono kepada jaksa. 
 
Usai saksi Mugiono memberikan keterangan dihadapan persidangan, ketua majelis hakim akhirnya menutup sidang dan meminta kepada JPU untuk menghadirkan saksi lain dalam sidang yang akan di lanjutkan satu minggu depan dalam hari yang sama. (M Harahap) 
 
Published in Riau
Rohil ( sumut24.net ) - Pengadilan Negeri Rokan Hilir ( PN Rohil) menggelar sidang kasus pembunuhan sadis terhadap seorang suami sendiri Mangandar Tua Sialoho yang dilakuakan oleh istrinya sendiri Martha br Nababan bersama dua orang teman lelakinya Selasa (29/2/2019) 16.04.01
 
Terkait Pantauan awak media dalam sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum setelah menghadirkan lima orang saksi dalam sidang sebelumnya, kali ini JPU menghadirkan satu orang saksi diluar berkas yaitu Maria Krispina br Sialoho adalah selaku adek kandung korban yang menceritakan tentang keadaan kehidupan keluarga korban dengan terdakwa selama berumah tangga. 
 
Ketika terdakwa yaitu Martha br Nababan (Istri korban Mangandar Tua Sialoho ), Desembriadi Aruan yang jadi  selaku selingkuhan terdakwa dan Suheri selaku teman dari Desembriadi Aruan dalam dakwaan di jerat dengan pasal 340 jo 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman dua puluh tahun penjara terlihat didampingi Penasehat hukumnya Daniel Pratama.SH dengan tim Jaksa Penuntut Umum Niki Junismero SH. 
 
Dalam sidang saksi Maria Krispina menerangkan bahwa korban sudah menikah selama 11 tahun dan tinggal bersama orang tua korban, 
 
Terkait Korban selaku anak tertua dari keluarga kami dipercayakan oleh orang tua untuk menangani usaha kebun sawit , maka seandainya korban tidak ada lagi maka terdakwa lah yang berhak mendapat harta warisan dari orang tua kami " terang Maria Krispina. 
 
Dijelaskan saksi selama ini keadaan rumah tangga korban biasa saja. Namun saksi pernah  mengetahui terdakwa pernah lari dari rumah meninggalkan korban,
 
Asal lari terdakwa Martha br Nababan selalu membawa barang barang perhiasan seperti emas dari rumahnya pak hakim " terang Maria Krispina seorang Polwan yang bertugas di Polres Rohil ini. 
 
Menurutnya pertengkaran itu terjadi karena Martha br Nababan sering mengatakan kepada adik adik korban di dalam keluarga bahwa sesuai adat batak, semua harta keluarga orang tua korban adalah milik suaminya dan anaknya yang bernama Coky Sialoho.
 
Hal ini pernah Martha br Nababan mengatakan kepada Togu Sialoho selaku adek korban " kalian hati hati menggunakan uang hasil kebun sawit itu.. Itu semua hak kami dan anak saya  ujar Maria Krispina menirukan. 
 
Terkait pertanyaan hakim tentang hubungan asmara terdakwa dengan Desembriadi Aruan,  saksi Maria Krispina br Sialoho menerengkan  bahwa terdakwa mengetahui pernah terdakwa menggugurkan kandungan sebanyak dua kali. 
 
Setelah kejadian itu saya pernah tanya kepada terdakwa di polres bahwa pengakuan terdakwa anak yang digugurkan itu adalah hasil hubungannya dengan Desembriadi Aruan pak hakim "jelas Maria Krispina kepada hakim. 
 
Atas keterangan saksi... Martha br Nababan dalam sidang hanya membantah bahwa dirinya tidak ada pernah mengatakan bahwa harta orang tua korban untuk dirinya. Namun terkait hal hubungan asmara dengan terdakwa Desembriadi Martha br nababan tidak menyangkal.. Namun terdakwa Desembriadi menyangkal bahwa anak itu bukan anaknya. 
 
Usai mendengar keterangan saksi dan sanggahan dari terdakwa ketua majelis hakim menutup sidang dan akan melanjutkan sidang satu minggu kedepan dalam agenda sidang saksi Adicarge yang meringankan dari terdakwa. (M Harahap)
Published in Riau
Dumai ( sumut24.net ) - Karna faktor usia yang semakin merangkak senja mbah lamikun yang kini sudah berusia 76 tahun kondisi kesehatannya mulai menurun Mbah lamikun sudah kerap kali masuk rumah sakit dalam kurun waktu beberapa bulan yang lalu di tahun 2018.
 
Mbah lamikun menderita penyakit dalam.dan kini beliau kembali di rawat di RSUD kota Dumai di ruangan penyakit dalam Irna 204 lantai dua,sejak juma.at 25 januari 2019.
 
Mbah lamikun juga salah satu pecinta kesenian reog.beliau salah satu orang yang di tuakan atau sesepuh di kesenian reog jawa timur. ''Mbah lamikun mengajarkan dan menurunkan ilmu pengetahuannya tentang kesenian jaran kepang atau reog jawa timuran.
 
Apabila ada orang mengadakan acara sunatan atau perkawinan mbah lamikun kerap kali di panggil orang untuk menjadi pawang pengantin(nemokke)
 
Keseharian mbah lamikun hanyalah seorang petani biasa.sebagai mana kebanyakan para petani umumnya.
 
Mbah lamikun sosok seorang yang lembut.ngemong dan bijaksana.siapapun orangnya yang membutuhkan tenaga beliau, mbah lamikun selalu menyisihkan waktunya untuk menolong orang.sifat rasa perduli kepada lingkungan sangat kentara sehingga sosok mbah lamikun di kenal orang mulai dari kota hingga ke pelosok desa.
 
Sakit yang di derita mbah lamikun adalah penyakit dalam yang mengharuskan mbah lamikun harus menjalani rawat inap.dan membutuhkan asupan darah sesuai golongan yang di butuhkan oleh mbah lamikun begitu juga untuk trombositnya.
 
Mbah lamikun jum.at 25 januari 2019 mbah lamikun kembali dirawat dan membutuhkan 10 kantong darah dan 10 kantong trombosit.
 
Alahamdulillah berkat kerja sama yang baik antara pihak PMI dan beberapa pendonor aktif kota Dumai mbah lamikun mendapatkan kebutuhan donor darah dan trombosit yang di butuhkan.
 
Beberapa pendonor aktif yang turut mendonorkan darahnya antara lain dari:KNPI kota Dumai.Anggota TNI AL Dumai dan sahabat lainnya Keperdulian ini sangat saya hargai dan berterima kasih,semoga bantuannya dapat menjadi manfaat dan jadi obat kesembuhannya mbah lamikun ujar mbah suparti istri mbah lamikun dengan hati bahagia. (suriyati/ria)
Published in Riau
Dumai ( sumut24.net ) - Acara malam ramah tamah walikota dumai serta masayrakat Dumai dalam acara pisah sambut danlanal Dumai dari kolonel laut (P) Agung jaya saktika ke Kolonel laut (P)Wahyu Dili Yudha Hadianto,aula pujakesuma angkatan laut jalan yos sudarso kelurahan buluh kasap kecamatan dumai timur hari rabu 30 januari 2019.
 
 Letkol Laut (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto dikukuhkan sebagai Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Dumai, Senin (28/1/2019). Letkol Laut (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto merupakan putra kembar dari Bupati Rokan Hulu (Rohul) Sukiman.
Dengan jumlah saudara tiga bersaudara
Danlanal yang baru adalah asli anak Riau yang lahir di kota pekan baru.sekolah hingga sekarang menjabat sebagai komandan Lanal Dumai artinya beliau juga mengabdi untuk bumi melayu bumi Riau.
 
Acara malam ramah tamah di hadiri oleh bupati Rohul.Bupati Rohil.Bupati Bengkalis.Bupati siak sri indra pura.tokoh adat.tokoh masyarakat.tokoh pemuda dan masyarakat.
 
Harapan kedepannya Danlanal Dumai kolonel Laut (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto dalam sambutannya bahwa beliau akan melanjutkan kepemimpinannya sebagai Komandan angkatan laut kota Dumai dengan tugas negara yang saat ini diembannya semaksimal dan sebaik mungkin.
 
Yang mana saya juga akan bersinergi dengan anggota serta jajaran untuk di barisan satuan angkatan laut lebih baik dan maju lagi.
 
Akan tetap siap siaga kapan dan bagaimanapun untuk wilayah kemaritiman khususnya jalur laut yang merupakan wilayah keamanannya merupakan tanggung jawabnya TNI Angkatan laut sesuai sumpah dan janji prajurit ujar Danlanal.
 
Upacara pengukuhan Letkol Laut (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto sebagai Danlanal Dumai dipimpin Komandan Pangkalan Utama TNI AL I Belawan Laksamana Pertama Ali Triswanto, SE, MSi di Lapangan Mako Lantamal I Belawan, Sumatera utara,beberapa hari yang lalu.
 
Danlanal Dumai yang lama kolonel laut(P)Agung Jaya Saktika akan kembali bertugas  ke Koarmada I jakarta. ''Acara malam ramah tamah walikota Dumai serta masyarakat kota dumai dalam acara pisah sambut dari Danlanal Kolonel laut (P) Agung Jaya Saktika ke Kolonel Laut (P)Wahyu Dili Yudha Hadianto di akhiri dengan Pemberian cenderamata dan bersalam salaman. (suriyati/ria)
Published in Riau

LABURA ( sumut24.net ) - Setelah menghilang dua hari akhirnya satu dari dua ekor ikan lumba-lumba yang tersesat disungai Kualuh Dusun Ramean Desa Kuala Beringin Kecamatan Kualuh Hulu ditemukan dalam keadaan mati pada rabu 30 / 01 sekira pukul 18 : 00 wib.

Lokasi ditemukannya ikan lumba-lumba yang mati tidak jauh dari tempat sebelumnya sekitar 2 kilo meter dari tempat sebelumnya lumba-lumba berada. Bangkai lumba-lumba ini jenis punggung bungkuk dan sudah mengeluarkan bau busuk, penemuan bangkai ikan lumba-lumba ini saat salah seorang warga yang bernama Herman siahaan yang sedang memancing dan melihat bangkai ikan lumba-lumba ini terapung.

Akhirnya Herman memberitaukan kepada warga setempat. Setelah mendapat kabar Camat Kualuh Hulu H. Samsul Tanjung ST, MH dan Kepala Desa Kuala Beringin turun langsung kelokasi dan melihat evakuasi disalah satu pantai yang dilakukan oleh BKSDA .

Menurut Presli Parel Butar - Butar pelaksana harian balai konservasi sumber daya alam ( BKSDA ) Kepala Wilayah lll Kisaran mengatakan, kematian ikan lumba-lumba ini belum bisa dipastikan, namun ikan lumba-lumba ini tidak tahan lama hidup di air tawar sebab habitatnya adalah hidup di air asin.

Kini bangkai ikan lumba-lumba ini sudah di bawa oleh balai Konservasi Sumber Daya Alam ke kota Medan untuk dilakukan otopsi dan memastikan penyebab kematian ikan lumba-lumba jenis punggung bungkuk yang mencapai berat 250 kg.

Warga sekitar banyak yang kecewa karena lambannya evakuasi yang dilakukan oleh instansi terkait untuk penyelamatan ikan lumba-lumba tersebut, karena itu adalah hewan yang dilindungi oleh negara. ( adi )

Published in Labuhanbatu Utara

LABURA ( sumut24.net ) - Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu berhasil meringkus 5 orang tersangka pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan ( curas ), satu diantara pelaku dihadiai timah panas dari petugas karena melakukan perlawanan terhadap petugas .

Penangkapan ini dilakukan pada selasa malam rabu dari pukul 08 : 30 wib sampai pukul 05 : 00 wib ,penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Ipda Gunawan Sinurat SH, MH.

Kapolsek Kualuh Hulu / Kualuh Selatan Akp Asbon Bufitra SH, dalam konfrensi pres mengatakan kelima tersangka ini berinisial Wy ( 30 ) Am ( 24 ) Hs ( 38 ) Ap ( 31 ) As ( 16 ),kelima tersangka diamankan atas laporan dari masyarakat yang meresahkan para pengguna jalinsum yang memaksa korbanya untuk menyerahkan uang dan barang berharga yang mereka miliki malah tidak segan - segan mengancam korban dengan menggunakan senjata tajam ungkap Asbon.

Usai mengamankan kelima tersangka petugas juga mangamankan sejumlah barang bukti berupa tiga unit telepon genggam, sebilah pisau, satu buah dompet dan dua unit sepeda motor yang digunakan pelaku untuk  mengejar korbanya. Akhirnya kelima tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya mereka dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. ( adi )

Published in Labuhanbatu Utara
Serang ( sumut24.net ) - Bupati Kabupaten Serang Hj. Ratu Tatu Cjasanah SE, M.AK yang diwakili Kepala DKBP3A, Oyon Suryono, MM atas nama pemerintah dan masyarakat Serang Banten menyambut baik atas kunjungan delegasi Komnas Perlindungan Anak, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Propinsi Banten, dan LPA Kabupaten Serang saat mendampingi Dinas Pendidikan dan LPA Deliserdang Sumatera Utara menyerahkan dana bantuan solidaritas bagi anak  korban tsunami di Selat Sunda melalui POSKO LPA Propinsi Banten.
 
Atas perhatian dan dukungan solidaritas dan bantuan kasih dari anak dan masyarahat Deliserdang dilingkungan dinas pendidikan Deliserdang  untuk anak-anak korban tsunami  sebulan lalu,  demikian disampaikan Oyon Suryono,MM Kepala DKBP3A di ruang Rapat kantornya Senin 28/01 saat menerima delegasi Komnas Perlindungan Anak dan Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang dan LPA Deliserdang dan LPA Banten.
 
Dukungan solidaritas  yang dikumpulkan dari anak-anak dan masyarakat di lingkungan Pendidikan mulai dari TK, SD, SMP dan SMU yang diorganisir oleh Dinas Pendidikan  didampingi LPA Deliserdang telah berhasil mengumpul dukungan dan sudah disalurkan melalui Aksi POSKO LPA Banten sebesar  Rp. 120.000.000.
 
 "Hari ini secara simbolis tanda kasih Dinas Pendidikan Deliserdang disertai Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak,  LPA Banten, dan didampingi LPA Deliserdang serta LPA Serang menyerahkan bantuan tas dan  alat-alat  sekolah untuk Ratusan anak korban tsunami Banten didua lokasi yang terkena bencana tsunami".                  "dukungan ini sebagai bukti bahwa anak-anak dari lingkungan pendidikan di Deliserdang mencintai anak-anak di Banten", demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten  Deliserdang yang diwakili oleh Drs. Hadi Suryanto Kasubag Umum saat menyerahkan secara simbolis tas dan  alat-alat kepada perwakilan ratusan anak-anak korban".
 
Sementara itu, Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak didampingi Dhanang Sasongko Sekjen Komnas Perlindungan Anak dan Ketua LPA Banten, Deliserdang, Serang, Pandeglang  dan Lebak dalam kunjungannya di desa Labuhan Pandeglang dalam sambutannya dihadapan ratusan anak-anak korban tsunami menyampaikan salam solidatitas dari anak-anak Indonesia. 
 
"Ini adalah bukti cinta kasih anak Indonesia untuk anak-anak korban tsunami di selat Sunda. Dan aksi solidaritas kepada anak anak korban tsunami yang diprakarsai oleh Dinas Perdidikan dan LPA  Deliserdang patut ditiru untuk dijadikan  bentuk aksi solidaritas nasional bagi anak korban", demikian ditambahkan Arist.
 
Hadir dalam roadshow aksi solidaritas untuk anak korban tsunami Selat Banten yang dimotori LPA Banten dan Serang, Kepala DP2KB3A, Dinas PPPA Propinsi Banten yang diwakili Hj. Ir. Erminiwati dan Kepala P2TP2A Serang dan Banten. (Ams)
Published in Nasional
Page 1 of 23

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Saran selalu di pertimbangkan. Dilarang keras Copas Kecuali lampirkan sumber. " Informasi Akurat Dan Terpercaya " . Terimakasih

This module can not work without the AcyMailing Component

Iklan